Showing posts with label Madchester. Show all posts
Showing posts with label Madchester. Show all posts

Tuesday, April 24, 2012

Bangkutaman - Love Among the Ruins

Sambut Record Stores Day 21 April lalu, Bangkutaman merilis ulang album debut mereka, Love Among the Ruins. Kemasan baru, sebuah album nostalgia.




Profil band asal Yogyakarta ini bisa menjadi contoh bagus perjalanan sebuah band anak indie menuju kematangan bermusik. Terkagum pada musik Madchester, khususnya The Stone Roses, Wahyu Nugroho a.k.a. Acum (vokal, basis), Justinus Irwin (gitar), dan Dedyk Iryanto (drum), mendirikan band bernama Bangkutaman satu dekade lalu. Mereka meracik lagu-lagu yang kentara sekali tersihir oleh band idola mereka saat itu, The Stone Roses, lalu menelurkan debut album bertitel Love Among The Ruins.

Respon debut album pertama mereka cukup baik. Namun perjalanan waktu mereka tiba-tiba vakum, dan muncul kembali dengan sebuah kejutan bertitel Ode Buat Kota, sebuah album yang berbeda dari debut album mereka itu. Lebih dewasa dan matang. Acum cs. berhasil mendisain kembali warna musik yang lebih orisinil dan jujur di album tersebut. Kuat dugaan, plat-plat hitam dari Bob Dylan, Velvet Underground, hingga band-band obscured lainnya di era 70-an yang dikoleksi Acum turut berandil besar dalam eksplorasi karakter musik Bangkutaman saat ini.

Love Among the Ruins, sebut saja sebagai salah satu fragmen awal dari antusiasme Acum cs. dalam bermusik. Mereka tersihir dengan lagu-lagu Ian Brown cs., dan mencoba menyadur kembali sensasi musikalitas pionir Madchester itu dalam bentuk berbeda, lagu buatan mereka sendiri. Kita masih bisa tersentil untuk mengaitkan pada lagu tertentu dari The Stone Roses pada saat mendengar Love Among The Ruins.

Yah, seperti halnya Rumahsakit di album pertamanya, yang pekat dengan warna band-band idola mereka juga, seperti The Stone Roses dan The Cure. Seperti halnya Bangkutaman, album kedua Andri Lemes cs., berubah 180 derajat, lebih ekletik (kalau menurut saya hehe). Dan itu hal yang lumrah dan wajar. Bangkutaman sendiri terbilang sukses di album Ode Buat Kota. Baik dari konsep musik dan materi-materinya, termasuk review positif dari jurnalis dan bloger tanah air. Love Among the Ruins adalah langkah bayi dari band ini, sebelum dewasa di Ode Buat Kota. Marr


---------------

LIMITED EDITION OF Love Among The Ruins. Contact @_S_R_M @satriaramadhan +62818496654

Thursday, December 25, 2008

The Hollow Men - Cresta

Photobucket

Cresta by The Hollow Men is a hidden gem of neo psychedelia baggy hybrid dari kedigjayaan music Madchester (sebuah riak dalam revolusi musik yang terpusat di kota Manchester, northern England) yang pernah membuat seluruh Inggris melayang di akhir '80-an dan awal '90-an, untuk kemudian punah.

Didirikan di kota Leeds, Inggris (tempat lahirnya band-band hebat seperti Gang of Four, Pale Saints, The Wedding Present, etc.) di pertengahan tahun '80-an. Band ini awalnya sebuah proyek musik dari two Loiners Lads (sebutan orang-orang Leeds) yaitu David Ashmoore (vokal) dan Choque (gitar ritem), yang kemudian sepakat menarik Brian E. Roberts (gitar melodi), Howard Taylor (gitar bas), dan Jonny Cragg (drum) untuk bersama-sama mengadu peruntungan di kancah musik negeri mereka dengan mengusung nama The Hollow Men. Setelah merilis album Cresta, mereka didaulat oleh para kritikus Inggris sebagai bagian dari gelombang baggy successors-nya The Stone Roses.

Dirilis oleh Arista Records di tahun 1991, Cresta bukanlah tipikal album Madchester biasa. Materi album ini sarat unsur-unsur eksperimental yang berani menembus pakem musik Madchester seperti psikedelia '60-an, jangle pop, yang dipadu dengan groove acid house. Suara Ashmoore yang lembut, charming, dan menggoda berpadu dengan indahnya melodi musik yang menjadi kekuatan utama album ini. Belum lagi aransemen musiknya, kuat dan brilian.

Lagu-lagu yang menonjol di album ini antara lain "The Moon's Balloon" yang menggabungkan unsur baggy ecstaciesque dan dance beats ala New Order. Di lagu "November Comes", suara gitar wah dari Choque dan Roberts terasa pas sebagai harmoni melodi lagu ini. Lagu "Barefoot Parade" dan "Pantera Rosa", can be included as one of the amazing Mancunian pop anthems' playlist. Tidak ketinggalan nyali mereka dengan memasukan unsur shoegaze ke dalam lagu "Tongue Tied".

Cresta was beautifully crafted, dan sophisticated di eranya, fully inspired by Mancunian spirit. Sensasinya tidak akan cepat lekang ditelan waktu, setidaknya sampai sekarang. Rasanya tidak berlebihan jika album ini disejajarkan dengan album-album fenomenal Madchester seperti The Stone Roses-nya The Stone Roses, Life-nya Inspiral Carpets, Some Friendly dari The Charlatans dan Pills 'n' Thrills and Bellyaches milik Happy Mondays. The Drowner

Source: A fraud transaction with Mr. Reza Ansel, the imaginary boy, sisa-sisa dari anggota awal Young Offender yang masih bertahan hidup... Syaluttts! <---Bobby's style

Photobucket

get the link!

buy it!